Migot

Teruntuk Nininku tersayang.




Sayangku,
cantikku,
cintaku,
ratuku.

Hampir setiap hari kalimat itu datang dari mulutku.
Kehilangan mu merupakan neraka sungguhan bagiku.
Hatiku hancur, remuk, tanpa hadir mu.

Cintaku yang hilang,
sayangku malang.
Seketika  dirimu menjelma menjadi tanah.
Aku pun menjadi abu diantara raga dan nyawa.

Migotku sayang.
Istriku sayang.
Tuhan lebih memilihmu untuk dipeluk oleh-Nya.
Maaf, rupanya Ia masih menghukumku di bumi
dengan kehilangan mu dari hadapanku.

Dalam Alif lam mim
ku sematkan jiwa mu di dalamnya.
Dalam Yaasin
ku titipkan nama mu pada tiap baitnya.
Dalam Al-Fatihah
aku mengucap rindu untuk mu
Migot, istriku.

-Nafi, Suami mu yang rindu. 

Jakarta, 3/10/17

Comments

Popular Posts