Bisu Biru


Adakalanya seorang anak membisu. Membiru.
Tercekik, sesak dan sulit.
Diantara ingin bergemuruh, atau mematung.
Semua menggantung dikerongkongan.
Kata-kata yang tak matang itu ditelannya kembali.

Jika ia mengucapkan abjad berirama itu, maka datang lah sang Dewi Durga.
Jika ia membungkam, maka jauhlah ia dari bintang jatuh.

Tidak, dia tidak bisa melawan Sang Pendoa.
Dia melemah dihapan nya.
Sang Pendoa terlalu kuat untuknya.
Maka, ditelanlah kembali kata-kata yang tak matang itu.

Dia kalah.
Bukan, bukan kalah.
Tapi memasrahkan diri kepada lesung lautan didalam kepalanya.
Membiarkan semua hal-hal semu tak terucap itu berputar didalamnya.

Adakalanya seorang anak membisu. Membiru.
Tercekik, sesak dan sulit.
Diantara ingin bergemuruh, atau mematung.
Tapi adakalanya kebahagian Sang Pendoa adalah segalanya.
Karena setiap bait aksara yang diucap Sang Pendoa akan sampai kepada Gusti Semesta Alam.

Comments

Popular Posts