Salmon?
Salmon. Kenapa gue kasih judul salmon? Ya karena gue kehabisan ide untuk sebuah judul dalam artikel blog...
Yasudalah tanpa panjang lebar atau pendek serta menarik ulurkan perasaan mari kita mulai.
Jadi waktu itu gue ngikut course dari sekolah ke tempat antah berantah yang dimana gue harus meninggalkan sekolah selama 5 hari, lumayan kan mlaku mlaku dab!
Well, gue excited sekali pada saat itu. Pada saat itu lho ya~ Perjalanan dimulai dalam satu jam saja lalu anda sudah sampai ditempat tujuan. Bahasa bakunya adalah bahasa inggris. Ya kno, i'am bad britishsm, inggeris gue sama sekali ga ada bagus bagusnya. Dan pada saat itu gue hanya mengandalkan insting-seorang-anak-yang-merantau-dan-harus-tetap-hidup.
Hari pertama berjalan mulus, dan masuk hari ke dua. Hari kedua gue mulai masuk ke sebuah sekolah kalo di jakarta kayak highscope men! Rada norak sih pas pertama masuk, terkesima betapa bedanya dengan sekolah gue yang serba ijo kayak daun.Makhluk-makhluk disekolah itu pun menyambut kami dengan hangat :)
Disitu ketemu buddy gue selama disana, namanya Maznah. Dia wanita terpolem yang pernah gue liat. Oke, hari itu masih baik-baik aja. Masuk hari ketiga, gue ngikut dia ke kelas komputer. Ntah itu pelajaran apa, mereka belajar lewat group di facebook -_- dan mungkin bisa dibayangkan betapa indahnya hidup ini kalo disini belajar komputer bukan cuman ngebahas "BAGAIMANA CARA MEMBUAT WORD ART DI MS.WORD?" dari gue kelas satu SMP sampe kelas tiga SMP ga berubah berubah.
Jadi tugasnya adalah menulis tanggapan tentang perbedaan etnis disana.Nah lima menit pertama anteng tuh si Maznah, setelah dia nanya ke gue.
Maznah : do you want to write something here?
Untuk beberapa saat gue diem. Mikir. Doi barusan ngomong apaa ya, bisa dibayangkan dengan logat melayu lalu bicara bahasa inggris maka kedengarannya begitu asing di daun telinga -_- Gue cuman ngangguk, ngambil mouse-nya dia terus gue cuman mengexplore group di situ doang tanpa memberi tanggapan apa pun. Mungkin dia sadar kali ya gue ga paham dengan maksudnya, dia ngambil mouse dan dia bicara dengan bahasa melayu."Kamu mau kate ape?" NAH! gitu kek dari tadi! pikir gue. Lalu gue geleng dan hanya menjawab "no". Satu kata, dua huruf, singkat, padat dan akurat :)
Gue lupa dia ngomong apa sampe akhirnya yang mengganggu gue adalah ketika dia mengatakan "futhermore" sounds like "fudemong". Yang muncul diotak gue adalah bahasa perancis yang gue pelajarin disekolah gue, walaupun nilainya ga pernah diatas 6 tapi setidaknya masih ada beberapa kata yang nyangkut.
Kepo parah, karena gue ga mau terlihat idiot pada saat itu, gue berusaha berfikir keras. Berlagak sok sok budek gue ngomong "what did you say?". Lalu doi pun berkata "I say futhermore". Sip.
Kali ini kedengerannya seperti "GUE GUMOH". Hening. Tidak ada yang bergeming.
Akhirnya gue menemukan jalan keluar dengan menyuruh dia nulis. K, gue tau otak gue terlalu lamban untuk memikirkan hal-hal simple namun rumit untuk dipikirkan oleh seorang anak yang pendengarannya ga tajem sama sekali.
Sampai pada hari terakhir, dia ngasih gue post card sebelum gue pulang. Gue baca post card itu ditempat. disitu dia ngomong pake bahasa melayu dan disana jelas amat sangat tertulis "maaf kalau kamu tak paham english ku ya". Dia menyadari ketidak tajaman rangsangan otak gue pada sebuah bahasa rupanya.
Gue masukin post card itu ke tas dan kayaknya itu jatoh karena ketika gue cari itu ga ada T.T
Yasudahlah yang lalu biarlah berlalu tah percuma ditahan-tahan kalo emang ternyata Sang Maha ga sepihak (?)
Yasudahlah jadi begitu cerita lalu sang putri tertidur dengan nyenyak sambil menunggu sang pangeran menjemput. Tamat deh! HAHAHA!
clink clank.
Sazha

Comments